Feeds:
Pos
Komentar

JURNAL ( JOURNAL )

Jurnal adalaH:  alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis   ( berdasarkan urutan waktu ) dengan menunjukkan akun yang harus di debet dan di kredit beserta jumlahnya masing-masing.

BENTUK-BENTUK JURNAL BESERTA KESIMPULANNYABENTUK2

  1. 1. JURNAL UMUM ( GENERAL ACCOUNT )

Jurnal umum adalah: bentuk jurnal yang terdiri atas dua kolom.

Jurnal umum kadang-kadang disebut juga buku memorial atau jurnal standar.

BENTUK KOLOM JURNAL UMUM ADALAH:

Halaman:

Tanggal Keterangan No.Bukti Ref Jumlah
Debet Kredit
(a) (b) © (e) (f)

Keterangan:

  1. Kolom tanggal:  terjadinya peristiwa.
  2. Kolom keteranga kolom:  yang mencatat nama rekening ( perkiraan ) yang di debet dan yang di kredit. Serta penjelasan ringkas mengenai transaksi yang bersangkutan.
  3. Kolom nomor bukti: kolom ini digunakan untuk mencatat nomor formulir (bukti pembukuan ) yang dipakai sebagai dasar pencatatan.
  4. Kolom referensi: kolom ini di isi dengan nomor rekening yang di debet dan nomor rekening yang di kredit, dengan adanya transaksi.
  5. Kolom jumlah debet dan kredit: kolom ini di isi dengan jumlah rupiah transaksi.

Contoh soal pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum adalah sebagai berikut:

Pada tanggal 18 oktober 2009 perusahaan angin rebut membeli barang dagangan “ keyboard “ secara kredit sebesar Rp. 1.000.000,00 dengan nomor faktur 903.

Jawaban:

Jurnal nya:

Pembelian       (D)                               Rp.1.000.000,00

Hutang Dagang (K)                           Rp.1.000.000,00

Di masukkan kedalam kolom adalah sebagai berikut:

Halaman:

Tanggal Keterangan No.Bukti Ref Jumlah
Debet Kredit
Okt

2009

18 Pembelian

Hutang dagang

Pembelian dari toko

F903 1.000.000,00

1.000.000,00

Jumlah 1.000.000,00 1.000.000,00
  1. 2. JURNAL KHUSUS

Jurnal khusus adalah: jurnal yang ditujukan untuk mencatatat transaksi-transaksi yang sering terjadi.

Manfaat jurnal khusus sebagai berikut:

  1. A. Memungkinkan pembagian pekerjaan.

Setiap jurnal khusus ditangani oleh satu orang sehingga terjadi spesialisasi perkerjaan, yaitu setiap transaksi sejenis dicatat oleh satu atau sekelompok orang kedalam satu jenis buku jurnal khusus.

Perbedaan jurnal umum dan jurnal khusus adalah:

JURNAL UMUM JURNAL KHUSUS
  1. 1. Bentuk:

Jurnal umum terdiri atas kolom, tanggal, keterangan, ref, jumlah debet dan kredit

  1. 2. Pencatatan:

Semua transaksi dicatat kedalam jurnal umum secara kronologis.

  1. 3. Pemindahbukuan ke Buku Besar:

Pemindahbukuan jurnal umum ke buku besar dilakukan setiap terjadi transaksi.

  1. 4. Penggunaan jurnal umum:

Hanya pada perusahaan jasa dan perusahaan dagang kecil, yang transaksinya tidak begitu banyak.

  1. 1. Bentuk:

Disesuaikan dengan kolom-kolom yang dibutuhkan dan didasarkan pada kelompok transaksi sejenis.

2.Pencatatan:

Transaksi-transaksi yang sejenis dicatat dalam jurnal khusus tertentu, misalnya: penjualan barang dagang dicatat kedalam jurnal penjualan.

3.Pemindahbukuan ke Buku Besar:

Pemindahbukuan jurnal khusus ke buku besar dilakukan secara periodik, biasanya setiap akhir bulan.

4.Penggunaan jurnal khusus:

Digunakan pada perusahaan besar dan bila transaksi yang sejenis sudah sering terjadi secara berulang-ulang, sehingga memerlukan teknik pencatatan secara khusus.

  1. B. Memudahkan pemindahbukuan ke Buku Besar.

Pemindahbukuan ( posting ) adalah pencatatan angka-angka dalam jurnal ke masing-masing buku besar. Pada jurnal khusus, pemindahbukuan individual tidak ada. Di sini hanya terjadi satu proses pemindahbukuan yang dilakukan untuk setiap buku jurnal khusus  dalam satu bulan yaitu setiap akhir bulan. Misalnya, dalam satu bulan terjadi penjualan kredit sebanyak 200 kali, di sini pemindahbukuan  ke akun “ penjualan “ dan akun “ piutang dagang “ hanya dilakukan dua kali saja, yaitu pada akhir bulan dan bukan 200 kali seperti pada jurnal umum.

  1. C. Memungkinkan pengendalian Intern yang lebih baik.

Setiap jurnal khusus menjadi tanggung jawab satu orang petugas sehingga lebih memudahkan pelaksanaan pengendalian terhadap buku tersebut.

  1. 3. JURNAL PEMBELIAN ( PURCHASES JOURNAL )

Jurnal pembelian adalah: jurnal khusus yang digunakan untuk mencatatat pembelian barang dagang dan barang lainnya secara kredit.

BENTUK KOLOM JURNAL PEMBELIAN ADALAH: Halaman:

TANGGAL NO.FAKTUR AKUN YANG DI KREDITKAN SYARAT PEMBAYARAN REF UTANG DAGANG (K) PEMBELIAN (K) SERBA-SERBI (D)
REF AKUN JUMLAH
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)

Keterangan kolom:

  1. Mencatat tanggal terjadinya transaksi
  2. Mencatat nomor faktur.
  3. Mencatat nama kreditor ( buku besar pembantu ) yang di kredit.
  4. Mencatat syarat pembayaran.
  5. Tempat memberikan tanda check mark (√ ) yang menyatakan bahwa jumlah tersebut telah dipindahbukukan ke buku besar pembantu.
  6. Mencatat jumlah utang dagang atas pembelian secara kredit.
  7. Mencatat jumlah pembelian barang dagang ke kolom ini.
  8. Mencatat kode akun untuk pemindahbukuan.
  9. Mencatat nama akun yang tidak disediakan kolom akun tersendiri.

10.catatlah jumlah yang terdapat pada akun kolom serba-serbi.

Contoh soal:

  1. Pada tanggal 01 desember 2009, dibeli barang dagang dari PD.Tulus, Padang. Seharga Rp. 2.900.000,00 dengan syarat pembayaran 3/10,n/30, faktur no. 27
  2. Pada tanggal 07 desember 2009, dibeli perlengkapan secara kredit dari PT.Metro, Medan. Seharga Rp. 1.200.000,00 dengan syarat pembayaran 3/10,n/30. Faktur no. 65
  3. Pada tanggal 08 desember 2009, dibeli barang dagang dari PD. Andalas, Tanjung sari. Seharga Rp.2.000.000,00 dengan syarat 3/10,n/30. Faktur no. 35
  4. Pada tanggal 15 desember 2009, dibeli peralatan kantor dari CV. Arco, Medan. Seharga Rp. 5.000.000,00 dengan syarat EOM. Faktur no. 2710
  5. Pada tanggal 18 desember 2009, dibeli barang dagang dari PD.Tulus, Padang. Seharga Rp. 4.000.000,00 dengan syarat pembayaran 3/10,n/30. Faktur no. 230

Jawaban:

Jurnal nya:

  1. Tgl 01/des’09

Pembelian (D)                   Rp.2.900.000,00

Utang dagang (K)                    Rp.2.900.000,00

  1. Tgl O7/des’09

Perlengkapan (D)                                Rp.1.200.000,00

Utang dagang (K)                                Rp.1.200.000,00

  1. Tgl 08/des’09

Pembelian (D)                         Rp.2.000.000,00

Utang dagang (K)                                Rp.2.000.000,00

  1. Tgl 15/des’09

Peralatan kantor (D)               Rp.5.000.000,00

Utang dagang (K)                                Rp.5.000.000,00

  1. Tgl 18/des’09

Pembelian (D)                         Rp.4.000.000,00

Utang dagang (K)                    Rp.4.000.000,00

Cara memasukkan ke dalam kolom:

Halaman:

TANGGAL NO. FAKTUR AKUN YANG DI KREDITKAN SYARAT PEMBAYARAN REF UTANG DAGANG (K) PEMBELIAN (K) SERBA-SERBI (D)
REF AKUN JUMLAH
Des 01 27 PT.Tulus, Padang 3/10,n/30 2.900.000,00 2.900.000,00
2009 07 65 PT.Metro, Medan 3/10,n/30 1.200.000,00 Perlengkapan 1.200.000,00
08 35 PT.Andalas, Tj.sari 3/10,n/30 2.000.000,00 2.000.000,00
15 2710 CV.Arco,Medan EOM 5.000.000,00 Peralatan ktr 5.000.000,00
18 230 PD.Tulus, Padang 3/10,n/30 4.000.000,00 4.000.000,00
  1. 4. JURNAL PENGELUARAN KAS ( CASH DISBURSEMENT JOURNAL )

Jurnal pengeluaran kas adalah: jurnal yang mencatat akun yang masuk dan uang keluar terhadap pembukuan

BENTUK KOLOM JURNAL PENGELUARAN KAS:

Halaman:

TANGGAL KETERANGAN REF UTANG USAHA (D) PEMBELIAN (D) SERBA-SERBI (D) POTONGAN PEMBELIAN (K) KAS (K)
REF AKUN JUMLAH
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)

KETERANGANNYA:

  1. Mencatat tanggal terjadinya transaksi.
  2. Mencatat nama kreditor yang harus didebet atau keterangan.
  3. Tempat memberikan tanda check mark (√ ) yang menandakan bahwa suatu transaksi telah  dipindahbukukan ke buku besar pembantu.
  4. Mencatat jumlah utang usaha yang dibayar.
  5. Mencatat jumlah pembelian tunai.
  6. Mencatat nomor kode akun yang diposting ke buku besar untuk akun serba-serbi.
  7. Mencatat nama akun yang tidak disediakan kolom akun tersendiri.
  8. Mencatat jumlah akun yang dicatat dalam kolom serba-serbi.
  9. Mencatat jumlah yang diterima dari potongan pembelian bila pembayaran dilakukan dalam waktu potongan.

10.mencatat jumlah pengeluaran kas.

Contoh soal:

  1. Pada tanggal 02 desember 2009, dibayar kepada PD.Andalas, Tanjung sari. Utang bulan lalu sebesar Rp.2.500.000,00 dengan cek no. 2779
  2. Pada tanggal 11 desember 2009, dibayar beban angkut barang yang dibeli tanggal 08 desember 2009 yang lalu sebesar Rp.200.000,00 dengan cek no. 2780
  3. Pada tanggal 11 desember 2009, dibayar faktur no. 27 tanggal 01 desember 2009 dengan cek no. 2781 (lihat jurnal pembelian ).
  4. Pada tanggal 21 desember 2009, dibayar beban pengiriman barang yang dijual sebesar Rp. 100.000,00  ( faktur pembelian no. 122 ) dengan cek no. 2782
  5. Pada tanggal 27 desember 2009, dibayar sewa gedung untuk satu tahun sebesar Rp.3.500.000,00 dengan cek no. 2783
  6. Pada tanggal 28 desember 2009, diambil untuk pribadi oleh meslina, pemilik perusahaan uang kas sebesar Rp.500.000,00 dengan cek no. 2784
  7. Pada tanggal 30 desember 2009, dibayar utang kepada CV.Arco, sebesar Rp.5.000.000,00 dengan cek no. 2785
  8. Pada tanggal 31 desember 2009, dibayar gaji pegawai untuk bulan desember 2009 sebesar Rp.675.000,00 dengan cek no. 2786
  9. Pada tanggal 31 desember 2009, dibayar uang keamanan bulan desember 2009 sebesar Rp.25.000,00

10.  Pada tanggal 31 desember 2009, dibeli barang dagang secara tunai seharga Rp.2.400.000,00

Jawabannya:

Jurnalnya:

  1. Tgl 02/des’09

Utang dagang (D)                   Rp.2.500.000,00

Kas (K)                                     Rp.2.500.000,00

  1. Tgl  11/des’09

Beban angkut pembelian (D)Rp.200.000,00

Kas (K)                                                 Rp.200.000,00

  1. Tgl 11/des’09

Utang dagang (D)                              Rp.2.900.000,00

Potongan pembelian (K)         RP.87.000.00

Kas (K)                                                 Rp.2.813.000,00

  1. Tgl 21/des’09

Beban angkut penjualan (D)Rp.100.000,00

Kas (D)                                                 Rp.100.000,00

  1. Tgl 27/des’09

Sewa gedung dibayar dimuka(D) Rp.3.500.000,00

Kas (K)                                                             Rp.3.500.000,00

  1. Tgl  28/des’09

Prive meslina (D)                    Rp.500.000,00

Kas (K)                                     Rp.500.000,00

  1. Tgl  30/des’09

Utang dagang (D)                   Rp.5.000.000,00

Kas (K)                                     Rp.5.000.000,00

  1. Tgl  31/des’09

Beban gaji (D) Rp.675.000,00

Kas (K)                         Rp.675.000,00

  1. Tgl  31/des’09

Beban lain-lain (D)      Rp.25.000,00

Kas  (K)                                                Rp.25.000,00

10.  Tgl  31/des’09

Pembelian (D) Rp.2.400.000,00

Kas (K)                         Rp.2.400.000,00

Cara memasukkan ke dalam bentuk kolom:

Halaman:

TANGGAL KETERANGAN REF UTANG USAHA (D) PEMBELIAN (D) SERBA-SERBI (D) POTONGAN PEMBELIAN (K) KAS (K)
REF AKUN JUMLAH
Des 02 PD.Andalas,TJ.sari 2.500.000,00 2.500.000,00
2009 11 PD.Andalas,TJ.sari Beban angkut pembelian 200.000,00 200.000,00
11 PD.Tulus, Padang 2.900.000,00 87.000,00 2.813.000,00
21 Beban angkut penjualan 100.000,00 100.000,00
27 Sewa gedung dibayar dimuka 3.500.000,00 3.500.000,00
28 Prive meslina 500.000,00 500.000,00
30 CV.Arco, Medan 5.000.000,00 5.000.000,00
31 Beban gaji 675.000,00 675.000,00
31 Beban lain-lain 25.000,00 25.000,00
31 Pembelian 2.400.000,00 2.400.000,00
Jumlah 10.400.000,00 2.400.000,00 5.000.000,00 87.000,00 17.713.000
  1. 5. JURNAL PENJUALAN ( SALES JOURNAL )

Jurnal penjualan adalah: jurnal khusus yang dibuat untuk mencatat penjalan barang dagang secara kredit.

BENTUK KOLOM JURNAL PENJUALAN:

Halaman:

TANGGAL No. faktur AKUN YANG DI DEBET KETERANGAN REF SYARAT PEMBAYARAN PIUTANG (D)

PENJUALAN (K)

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

Keterangannya:

  1. Mencatat tanggal terjadinya transaksi.
  2. Tempat mencatat nomor faktur.
  3. Mencatat nama buku besar pembantu yang di debet ( dengan mencantumkan nama debitor ).
  4. Tempat memberikan tanda check mark (√ ) dengan berarti bahwa jumlah tersebut telah  dipindahbukukan ke buku besar pembantu.
  5. Mencatat syarat pembayaran.
  6. Mencatat jumlah penjualan dan piutang dagang.

Contoh soal:

  1. Pada tanggal 06 desember 2009, dijual kepada PT.Saianjuma au, Medan barang dagang seharga Rp.4.000.000,00 dengan syarat pembayaran 2/10,n/30. Faktur no. 120
  2. Pada tanggal 10 desember 2009, di jual barang dagang kepada Toko. Mabaor, Kisaran seharga Rp.1.500.000,00 dengan syarat pembayaran 2/10,n/30. Faktur no. 120
  3. Pada tanggal 18 desember 2009, di jual barang dagang kepada PT.Saianjuma au, Medan. Seharga Rp.4.500.000,00 dengan syarat pembayaran 2/10,n/30. Faktur no. 122
  4. Pada tanggal 31 desember 2009, di jual barang dagang kepada PT. Maju terus, Dumai. Seharga Rp.3.000.000,00 dengan syarat pembayaran 2/10,n/30. Faktur no. 123

Jawabannya:

Jurnalnya:

  1. Tgl  06/des’09

Piutang dagang (D)     Rp.4.000.000,00

Penjualan  (K)              Rp.4.000.000,00

  1. Tgl  10/des’09

Piutang dagang (D)         Rp.4.000.000,00

Penjualan  (K)              Rp.4.000.000,00

  1. Tgl  18/des’09

Piutang dagang (D)             Rp.4.000.000,00

Penjualan  (K)                          Rp.4.000.000,00

  1. Tgl  31/des’09

Piutang dagang (D)           Rp.4.000.000,00

Penjualan  (K)                    Rp.4.000.000,00

Cara memasukkan ke kolom:

Halaman:

TANGGAL No. faktur AKUN YANG DI DEBET KETERANGAN REF SYARAT PEMBAYARAN PIUTANG (D)

PENJUALAN (K)

Des 06 120 PT. Saianjuma au, Medan 2/10,n/30 4.000.000,00
2009 10 121 Toko. Mabaor, Kisaran 2/10,n/30 1.500.000,00
18 122 PT.Saianjuma au, Medan 2/10,n/30 4.500.000,00
31 123 PT. Maju terus, Dumai 2/10,n/30 3.000.000,00

  1. 6. JURNAL PENERIMAAN KAS (CASH RECEIPT JOURNAL)

Jurnal penerimaan kas adalah: jurnal khusus yang dibuat untuk mencatat semua transaksi penerimaan uang secara kas/tunai.

Penerimaan kasa dapat berupa uang tunai, cek kontan, bilyet giro, wesel pos, dan sebagainya.

Bentuk penerimaan kas sebagai berikut:

TANGGAL KETERANGAN REF POTONGAN PENJUALAN (D) KAS (D) PIUTANG DAGANG (K) PENJUALAN (K) SERBA-SERBI (K)
REF AKUN JUMALH
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)

Keterangan kolom:

  1. Mencatat tanggal terjadinya transaksi.
  2. Mencatat nama debitor yang harus dikredit atau keterangan.
  3. Tempat memberikan tanda check mark (√ ) berarti bahwa telah telah dilakukan  pemindahbukuan ke buku besar pembantu.
  4. Mencatat jumlah potongan penjualan yang diberikan.
  5. Mencatat jumlah pembayaran yang di terima secara tunai.
  6. Mencatat jumlah piutang dagang yang diterima atau dilunaskan.
  7. Mencatat jumlah penjualan tunai.
  8. Mencatat nomor kode akun pada waktu dipindahbukukan ke buku besar untuk akun serba-serbi.
  9. Mencatat nama akun yang tidak disediakan kolom tersendiri ( selain kolom 4, 5, 6, dan 7 )

10.  Mencatat jumlah uang untuk akun yang berada dalam kolom serba-serbi.

Contoh soal:

  1. Pada tanggal 03 desember 2009, di terima pelunasan piutang dari PT. Sejuk, Kisaran. Sebesar Rp.3.150.000,00
  2. Pada tanggal 13 desember 2009, di jual tunai barang dagang seharga Rp.1.000.000,00
  3. Pada tanggal 14 desember 2009, diterima pelunasan faktur no. 120 tanggal 06 desember 2009 yang lalu PT. Saianju ma au, Medan.
  4. Pada tanggal 17 desember 2009, peralatan kantor bekas seharga Rp.200.000,00 secara tunai.
  5. Pada tanggal 25 desember 2009, diterima pelunasan faktur no. 121 tertanggal 10 desember 2009.

Jawabannya:

Jurnal nya:

  1. Tgl  03/des’09

Kas (D)                                                 Rp.3.150.000,00

Piutang dagang (K)                 Rp.3.150.000,00

  1. Tgl  13/des’09

Kas (D)                                                 Rp.1.000.000,00

Penjualan (K)                                       Rp.1.000.000,00

  1. Tgl  14/des’09

Kas (D)                                                             Rp.3.920.000,00

Potongan penjualan (D)                      Rp.80.000,00

Piutang dagang (K)                             Rp.4.000.000,00

  1. Tgl  17/des’09

kas (D)                                                                Rp.200.000,00

peralatan kantor bekas (K)                 Rp.200.000,00

  1. Tgl  25/des’09

Kas (D)                                                 Rp.1.500.000,00

Piutang dagang (K)                 Rp.1.500.000,00

Cara memasukkan ke dalam bentuk kolom:

Halaman:

TANGGAL KETERANGAN REF POTONGAN PENJUALAN (D) KAS (D) PIUTANG DAGANG (K) PENJUALAN (K) SERBA-SERBI (K)
REF AKUN JUMALH
Des 03 PT.Sejuk, Kisaran 3.150.000,00 3.150.000,00
2009 13 Penjualan tunai 1.000.000,00 1.000.000,00
14 PT.Saianjuma au, Medan 80.000,00 3.920.000,00 4.000.000,00
17 Peralatan kantor bekas 200.000,00 Peralatan kantor bekas 200.000,00
25 Toko. Mabaor, Kisaran 1.500.000,00 1.500.000,00
Jumlah: 80.000,00 9.770.000,00 8.650.000,00 1.000.000,00 200.000,00

Keterangan dari tanggal 14 desember 2009 kenapa bisa hasilnya sebesar Rp. 3.920.000,00?

Karena: sehubungan transaksi tanggal 14 desember 2009 tentang pelunasan faktur No. 120. Tertanggal 06 desember 2009 yang lalu oleh PT.Saianjuma au, masih dalam jangka waktu potongan harga, maka perhitungan potongan penjualan adalah sebagai berikut:

Jangka waktu potongan penjualan= 6-14 desember=8 hari, sedangkan jangka waktu potongan maksimum 10 hari sehingga atas pembayaran lebih cepat tersebut di berikan potongan 2%.

Harga faktur                                                                 Rp.4.000.000,00

Potongan penjualan 2% X Rp.4.000.000,00      Rp.       (80.000,00)  –

Jumlah kas yang diterima                                             Rp.3.920.000,00

  1. 7. JURNAL PENYESUAIAN ( ADJUSTING ENTRIES )

Jurnal penyesuaian adalah: jurnal yang bertujuan untuk memperbaiki akun buku besar persediaan barang pada akhir periode akuntansi.

Pada saat perusahaan tutup buku, perusahaan akan menyusun laporan keuangan agar perusahaan dapat mengetahui posisi keuangan pada periode akuntansi berjalan. Adapun laporan keuangan yang dibuat terdiri dari:

  1. Laporan Rugi/Laba ( profit and loss statement or income statement).

Dari laporan ini dapat diperoleh laba atau rugi pada tahun yang bersangkutan.

  1. Laporan perubahan modal ( capital statement )

Laporan ini menunjukkan nilai-nilai perubahan dari posisi modal yang di miliki perusahaan.

  1. Neraca ( Balance sheet )

Laporan ini menunjukkan posisi harta/asset/aktiva, hutang dan modal.

Sebelum laporan keuangan dibuat terlebih dahulu di susun satu kertas kerja yang disebut dengan neraca lajur. Neraca lajur biasanya di buat 10 kolom atau 12 kolom. Jadi disebut neraca lajur 12 kolom atau neraca lajur 10 kolom dan sebelum neraca lajur dibuat ada beberapa perkiraan-perkiraan yang perlu di sesuaikan untuk itu dibuat ayat-ayat jurnal penyesuaian.

Adapun hal-hal yang memerlukan penyesuaian diantaranya sebagai berikut:

  1. Transaksi yang telah terjadi tetapi belum dicatat.
    1. a. Beban yang masih harus dibayar.

Jika pada akhir periode terdapat beban yang seharusnya dibayar tapi belum dicatat sebagai utang beban.

Contoh soal:

Pada tanggal 31 desember 2009, beban supir yang masih harus dibayar sebesar Rp.100.000,00

Jurnal penyesuaiannya pada tanggal 31 desember 2009 adalah:

  1. Tgl  31/des’09

Beban supir (D)                                   Rp.100.000,00

Utang beban supir (K)             Rp.100.000,00

  1. b. Pendapatan yang menjadi hak perusahaan.

Pendapatan yang menjadi hak perusahaan adalah: pendapatan yang seharusnya diterima pada periode pembukuan, tetapi diterima setelah penutupan buku, maka dicatat sebagai tagihan pendapatan.

Contoh soal:

Perusahaan setiap tahun menerima bunga dari bank dua kali yaitu setiap tanggal 01 september dan 01 maret. Setiap periodenya memperoleh Rp.240.000,00. Jadi pada 31 desember perusahaan masih harus menerima bunga untuk 4 bulan, dank arena itu perlu dilakukan penyesuaian.

4/6 X 240.000,00 = Rp.160.000,00

Jadi jurnal penyesuaian 31 desember 2009 adalah:

  1. Tgl  31/des’09

Piutang bunga (D)                   Rp.160.000,00

Pendapatan bunga (K)                        Rp.160.000,00

  1. c. Penyusutan Harta tetap

Harta tetap yang digunakan perusahaan semakin lama semakin berkurang nilai ekonomisnya, sehingga perlu menyisihkan dana untuk cadangan pembelian kembali harta tetap tersebut. Penyusutan harta tetap merupakan pemindahbukuan harga perolehan yang didasarkan atas taksiran perhitungan tertentu. Penyisihan alokasi dana tersebut perlu jurnal penyesuaian dan menjadi beban periode yang bersangkutan kendaraan di susutkan sebesar Rp.200.000,00

Jurnal penyesuaiannya tanggal 31 desember 2009 adalah:

  1. Tgl  31/des’09

Beban penyusutan kendaraan (D)         Rp.200.000,00

Akumulasi penyusutan (K)                  Rp.200.000,00

  1. B. Transaksi yang sudah dicatat tetapi perlu di koreksi karena tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.
    1. a. Pemakaian perlengkapan

Perlengkapan merupakan harta perusahaan yang dapat habis dalam satu periode/tahun. Jika pemakaian perlengkapan tidak habis dalam satu periode, perlu dibuatkan penyesuaian bagi perlengkapan yang telah habis terpakai.

Contoh soal:

Pada tanggal 31 desember 2009, nilai  perlengkapan pada neraca sisa Rp.250.000,00 tetapi pada kenyataanya masih tersedia Rp.100.000,00

Jawabannya:

Nilai perlengkapan                                                           Rp.250.000.00

Sisa perlengkapan                                                 Rp.100.000,00-

Perlengkapan yang terpakai ( menjadi beban )   Rp.150.000,00

Jurnal penyesuaian pada 31 desember 2009 adalah:

  1. Tgl  31/des’09

Beban perlengkapan (D)         Rp.150.000,00

Perlengkapan (K)                                Rp.150.000,00

  1. b. Beban yang dibayar di muka

Sementara itu, pembayaran beban yang dibayar dimuka apabila melewati periode pembukuan maka perlu penyesuaian.

Contoh soal:

Pada tanggal 01 desember 2009, dibayar biaya iklan untuk 6 bulan di majalah suara adil sebesar Rp.600.000,00.

Penyelesaiannya:

Dengan demikian, biaya iklan yang sudah di pakai tahun 2009 adalah:

1/6 X Rp.600.000,00 = Rp.100.000,00 dan yang belum dipakai adalah 5/6 X Rp.240.000,00 = Rp.200.000,00

Jadi ayat jurnal penyesuaian dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:

  1. Jika dicatat sebagai harta tanggal 01/des’09 adalah:

Beban iklan (D)                                               Rp.100.000,00

Iklan dibayar di muka (K)                    Rp.100.000,00

  1. Jika dicatat sebagai beban tanggal 01/des’09 adalah:

Iklan dibayar dimuka (D)                    Rp.100.000,00

Beban iklan (K)                                                Rp.100.000,00

  1. C. Pendapatan diterima di muka

Penerimaan pendapatan sebelum waktunya  ( down payment ) adalah pendapatan yang diperoleh sebelum pekerjaan selesai.

Pada transaksi bahwa sewa diterima untuk 6 bulan. Dengan demikian, perhitungan untuk penyesuaiannya adalah sebagai berikut:

Yang menjadi pendapatan periode ini adalah:

1/6 X 1.200.000,00 = Rp.200.000,00

Yang belum menjadi pendapatan adalah:

5/6 X Rp.1.200.000,00 = Rp. 1.000.000,00

Ayat jurnal penyesuaiannya dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:

  1. Di catat sebagai utang

Sewa diterima di muka (D)    Rp.200.000,00

Pendapatan sewa (K)                       Rp.200.000,00

  1. Di catat sebagai pendapatan

Pendapatan sewa (D)               Rp.1.000.000,00

Sewa diterima di muka (K)        Rp.1.000.000,00

Cara memasukkan ke dalam bentuk kolom

PERUSAHAAN  “ NAINGGOLAN  ANUGERAH “

JURNAL PENYESUAIAN

PER 31 DESEMBER 2009

Halaman:

NO. BUKTI KETERANGAN DEBET KREDIT
1 Beban supir (D)

Utang beban supir (K)

Rp.100.000,00 Rp.100.000,00
2 Utang Bunga (D)

Pendapatan Bunga (K)

Rp.160.000,00 Rp.160.000,00
3 Beban Penyusutan kendaraan (D)

Akumulasi Penys. Kendaraan (K)

Rp.200.000,00 Rp.200.000,00
4 Beban perlengkapan(D)

Perlengkapan (K)

Rp.150.000,00 Rp.150.000,00
5 Beban iklan (D)

Iklan dibayar di muka (K)

Rp.100.000,00 Rp.100.000,00
6 Sewa di terima di muka (D)

Pendapatan sewa (K)

Rp.200.000,00 Rp.200.000,00
  1. 8. JURNAL PENUTUP ( CLOSSING ENTRIES )

Jurnal penutup adalah: mencatat transaksi-transaksi yang terdapat dalam kertas kerja dalam penutupan jurnal-jurnal dalam pembukuan akuntansi.

Tujuan dibuat nya jurnal penutup ini Karena penghasilan dan beban merupakan akun yang digunakan untuk menghitung laba atau rugi selama satu periode. Laba atau Rugi ini kemudian di pindahkan keperkiraan modal, sehingga akun sementara pada akhir pembukuan bersisa nol. Perkiraan prive juga merupakan perkiraan sementara yang digunakan untuk mencatat penarikan modal. Untuk itu pada akhir tahun harus dibuatkan jurnal penutupan. Dalam jurnal penutup dapat mempermudah jurnal-jurnal yang lain karena setiap tanggal terakhir penutupan pembukuan dalam akuntansi.

Akun yang memerlukan jurnal penutup adalah:

  1. Akun Pendapatan.
  2. Akun Beban.
  3. Akun Ikhtisar Laba/Rugi.
  4. Akun Prive.

Cara pengerjaan jurnal penutup dalam akuntansi adalah:

Jurnal nya:

  1. Akun Pendapatan.

Pendapatan  (D)                              Rp.100.000,00

Ikhtisar Laba/Rugi             Rp.100.000,00

  1. Akun Beban.

Ikhtisar Laba/Rugi (D)             Rp.500.000,00

Beban  (K)                                     Rp.500.000,00

  1. Akun Ikhtisar Laba/Rugi.

Ikhtisar Laba/Rugi (D)             Rp.750.000,00

Modal (K)                                            Rp.750.000,00

  1. Akun Prive.

Modal (D)                    Rp.450.000,00

Prive (K)                                  Rp.450.000,00

  1. 9. JURNAL PEMBALIK ( REVERSING ENTRIES )

Jurnal pembalik adalah: jurnal yang dibuat pada awal satu periode akuntansi.

Atau jurnal pembalik merupakan kebalikan jurnal penyesuaian di lakukan pada awal periode ( hari pertama ) dari periode berikutnya dengan tujuan untuk mengkonsistensikan catatan yang sekarang dengan catatan semula.

Hal-hal yang memerlukan jurnal pembalik.

Ada 4 macam transaksi yang memerlukan jurnal pembalik yaitu:

  1. Hutang Biaya ( Biaya yang masih harus di bayar )

Contoh:

Hutang (D)                  Rp.400.000,00

Biaya (K)                                  Rp.400.000,00

  1. Piutang Pendapatan

Contoh:

Pendapatan (D)                       Rp.1.500.000,00

Piutang (K)                              Rp.1.500.000,00

  1. Pembayaran di muka dicatat sebagai Biaya

Contoh:

Biaya (D)                     Rp.300.000,00

Dibayar dimuka                      Rp.300.000,00

  1. Penerimaan dimuka di catat sebagai Pendapatan

Contoh:

Hutang (D)                              Rp.700.000,00

Pendapatan (K)                       Rp.700.000,00

10 . JURNAL KOREKSI ( CORRECTION JOURNAL )

Jurnal koreksi adalah: jurnal yang dibuat karena terjadi kesalahan pada pencatatan sebelumnya.

Oleh karena itu terjadi kesalahan dalam pembuatan laporan keuangan. Apabila pencatatan yang salah tidak segera di perbaiki maka akan terus terjadi penyusunan laporan keuangan yang salah.

Ada beberapa tahap di dalam penyusunan jurnal koreksi sebagai berikut:

Tahap I terdiri dari:

  1. Di buat jurnal yang salah.
  2. Di buat jurnal pembalik fungsinya adalah: untuk menormalkan kembali jurnal yang telah dicatat ternyata salah.
  3. Dibuat jurnal yang benar.

Tahap II adalah:

Langsung dibuat jurnal koreksi, jurnal tersebut harus mampu memperbaiki kesalahan-kesalahan pencatatan sebelumnya sehingga tercipta satu pencatatan jurnal yang benar.

Contoh soal:

Pada tanggal 01 maret 2008, di beli perlengkapan toko secara tunai sebesar Rp.5.000.000,00 setelah di cek pada tanggal 31 desember 2008, ternyata salah di catat sebagai pembelian kredit sebesar nilai yang sama.

Jawabannya:

Jurnal yang salah:

Tgl  01/mar’08

Perlengkapan toko(D)             Rp.5.000.000,00

Hutang usaha(K)                     Rp.5.000.000,00

Jurnal pembalik:

Tgl  31/des’08

Hutang usaha(D)                                   Rp.5.000.000,00

Perlengkapan toko(K)          Rp.5.000.000,00

Jurnal yang benar:

Tgl  31/des’08

Perlengkapan toko(D)     Rp.5.000.000,00

Kas (K)                                       Rp.5.000.000,00

Jurnal koreksi:

Tgl  31/des’08

Hutang usaha (D)           Rp.5.000.000,00

Kas (K)                         Rp.5.000.000,00

PENULIS:

MESLINA NAINGGOLAN

SELAMAT  DAN SUKSES UNTUK KITA SEMUA Lanjut Baca »